Nasehat Bagi Yang Belum Menikah, Jangan Menikah Kalau Cuma Karena Cinta

Sebagian besar dari kita menginginkan pernikahan yang abadi dan bahagia. Nah, apa pertimbangan Anda menikahi seseorang? Apakah karena dia kaya? Apakah itu karena dia cantik? Apakah itu karena dia menawan? Apakah karena cinta?

Apakah Anda benar-benar tahu apa itu cinta?

Benarkah pernikahan hanya didasarkan pada perasaan saling mencintai?

Anda sebaiknya tidak melakukannya. Pernikahan jangka panjang tidak hanya bisa didasarkan pada cinta.

Yuk simak Penjelasannya sebagai berikut :

Jangan Menikah Karena Kecantikan/Ganteng Terlebih Lagi Dengan Harta

Cobalah jujur dari lubuk hati Anda. Apa alasan kamu menikah? Apakah itu karena dia cantik? Seksi? Tampan? Kaya? Punya rumah mewah?

Jangan menjadikannya alasan utama Anda menikahi seseorang.

Memang beberapa keindahan fisik memang mengesankan, dan pembentukan aset patut dipertimbangkan, tapi ingat semuanya bisa berubah. Waktu bergerak dan roda kehidupan berputar dan apa yang Anda lihat sekarang tidak harus seperti yang akan Anda lihat nanti. Tubuhnya yang halus dan indah akan layu jauh dari usia, begitu juga dengan harta karunnya yang hilang begitu saja tanpa Anda sadari. “Tidak ada kecantikan yang lebih menawan dari pada keindahan hati.”

Cinta itu Sebuah Perasaan Yang Bisa Berubah Kapan Saja

Jangan hanya mengandalkan cinta untuk membangun bahtera rumah tangga. Anda tidak akan menikah hanya dalam 1 tahun, 3 tahun atau 10 tahun, Anda akan menikah selamanya. Dengan pertimbangan bahwa cinta dapat berubah, Anda harus benar-benar memiliki alasan lain untuk menikah.

Pernikahan adalah kontrak yang selamanya bekerja bersama dalam hal-hal praktis. Anda harus tahu seberapa baik calon pasangan Anda dalam menghemat uang, berbagi kehidupan pribadi dan pekerjaan, menjaga kesehatan, atau merawat anak-anak. Ini berpotensi menjadi sumber masalah nantinya. Dan ketika masalah datang kepada Anda, Anda bisa menjadi terlalu frustrasi dan lupa bahwa Anda benar-benar suka mati padanya.

Sejauh mana kesabaran untuk cinta tulus Anda? Apakah Anda yakin cinta Anda akan selalu seperti itu?

Begitupun Dengan Sikap Bisa Berubah

Dari waktu ke waktu manusia akan dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan. Coba ingat-ingat 3 tahun yang lalu, apa yang Anda pikirkan tentang sesuatu pada waktu itu dan bagaimana pendapat Anda tentang hal SMA saat ini? Apa yang Anda nikahi nanti bukan obyek yang tidak akan berubah dari waktu ke waktu. Perspektif dan pemikiran pasangan Anda tentang hidup akan berubah, begitu juga Anda.

Begitu banyak ketidakpastian tentang masa depan, lalu apa yang harus kita lakukan?

Jangan Menikah Kalau Cuma Karena Cinta

Pastikan pernikahan Anda diputuskan di atas sebuah… Seperti dibawah ini.

1. Kematangan Mental Akan Makna Ketulusan Dalam Pernikahan

Pernikahan berarti memberikan jiwa dan tubuh sepenuhnya kepada pasangan kita, dan sebaliknya. Pernikahan berarti secara sadar menekan keegoisan demi kebahagiaan pasangan. Mengenai minatnya jauh di atas kepentingan pribadi, yang berarti bahwa Anda juga berjanji pada diri sendiri untuk selalu memberikan yang terbaik untuk orang yang Anda cintai.

Jangan berharap pasangan Anda memberikan segalanya untuk Anda, tetapi lakukanlah tanpa mengharapkannya lagi. Ketika Anda menemukan pasangan yang tepat, Anda akan menyadari karena Anda bersama akan tumbuh dan berkembang bersama untuk membangun keluarga kecil yang bahagia.

2. Memegang Prinsip dan Nilai Bersama

Kembali ke fakta bahwa ‘manusia dapat berubah’ – baik fisik maupun sikap mereka. Lalu apa yang membuat pernikahan berlangsung di tengah-tengah semua kemungkinan perubahan pribadi?

Baca JugaWahai Para Lelaki Jomblo, Janganlah Malu Menikahi Seorang Janda

Iya nih! Prinsip. Suatu prinsip dan nilai yang berada di luar diri Anda, yang dengan sepenuh hati Anda setujui dan pegang teguh (cintai dia karena alasan ini). Kesepakatan tentang prinsip dan nilai ini memiliki konsekuensi yang cukup kuat, yaitu ketika salah satu dari Anda membuat kesalahan, Anda akan dengan rendah hati meninggalkan kepergian pasangan tersebut.

3. Komitmen Bersama Akan Sebuah Tujuan Yang Pasti

Ini penting untuk menjaga pernikahan. Karena pernikahan yang terjadi di atas kata cinta saja adalah pernikahan yang rapuh. Komitmen untuk menjaga kesatuan pernikahan untuk memiliki ikatan yang kuat bahwa dua orang akan disatukan ke dalam rantai keluarga yang mendukung, memotivasi dan memperkuat satu sama lain, dalam kesehatan dan penyakit.

Dan satu hal lagi, Anda menikah dengan tujuan yang jelas, ketika pernikahan terasa hambar dan melelahkan, ingat lagi, apa tujuan awal Anda menjadi satu. Pastikan tujuannya cukup berharga dan layak diperjuangkan bersama.

Sudahkah kamu mempertimbangkan seperti apa pasanganmu nanti?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *